KISAH NABI AYYUB (Part 2)

Mendengar ijin dari Allah, maka iblis dengan para sekutunya segera bertindak menggoda Nabi Ayyub yang memiliki kekayaan tak ternilai besarnya, yang memimpin keluarga besar dan hidup rukun dan damai, yang siang malam senantiasa melakukan sholat, sujud dan bersyukur atas segala pemberian-Nya. Mulutnya tak pernah berhenti menyebut nama Allah, berdzikir, bertasbih, dan bertahmid, yang welas asih terhadap sesama mahkluk Allah yang lemah, yang lapar diberinya makan, yang tanpa busana diberikannya pakaian, yang bodoh diajar dan dipimpin, dan yang salah ditegur.
Iblis menggoda Ayyub dengan bisikan dan fitnahnya, namun semua rencananya gagal total. Telinga Nabi Ayyub tidak mendengar terhadap segala yang dibisikkan iblis kepadanya. Hati Ayyub telah penuh dengan iman dan taqwa tidak ada tempat lagi untuk bibit-bibit kesesatan yang ditaburkan oleh iblis. Cinta dan taatnya kepada Allah merupakan benteng yang kuat dari serangan iblis dengan peluru kebohongan dan pemutar balikkan kebenaran.
Iblis tidak putus asa, ia mengumpulkan para sekutunya untuk menggoyahkan Nabi Ayyub, merusak aqidah dan imannya, serta memalingkan Nabi Ayyub dari Allah yang ia sembah sepenuh hati dan keyakinan, dengan cara menghancurkan seluruh harta kekayaan yang ia miliki, membinasakan hewan ternaknya, membakar seluruh lubung gandum dan lahan pertanian sampai musnah. Nabi Ayyub yang kaya raya tiba-tiba menjadi seorang yang miskin.
Setelah berhasil menghancurkan kekayaan dan harta milik Nabi Ayyub datanglah iblis kepadanya menyerupai seorang laki-laki tua yang tampak bijaksana dan berpengalaman, ia berkata :
"Sesungguhnya musibah yang menimpamu sangat dahsyat sekali sehingga dalam waktu yang begitu singkat telah habis semua harta kekayaan milikmu. Kawan-kawanmu merasa sedih sedangkan musuh-musuhmu bersenang hati dan gembira melihat penderitaan yang engkau alami akibat musibah yang susul menyusul menimpamu. Mereka bertanya-tanya, gerangan apakah yang menyebabkan Ayyub tertimpa musibah yang hebat itu yang menjadikannya dalam sekejap mata hilang semua harta miliknya. Sementara sebagian orang dari mereka berkata bahwa mungkin karena Ayyub tidak ikhlas dalam ibadah dan semua amal kebajikannya. Dan ada yang berkata bahwa andaikan Allah, tuhan Ayyub benar-benar berkuasa, niscaya dia dapat menyelamatkan Ayyub dari malapetaka, mengingat bahwa ia telah menggunakan seluruh waktunya untuk beribadah dan berdzikir, tidak pernah melanggar perintah-Nya. Seorang yang lain mengatakan bahwa mungkin amal ibadah Ayyub tidak diterima Allah, karena ia melakukan itu dari hati yang bersih dan selalu ingin dipuji, dan banyak lagi cerita-cerita orang tentang kejadian yang sangat menyedihkan itu. Akupun menatuh simpati kepadamu, hai Ayyub dan turut bersedih hati dan berduka cita atas Nasib yang buruk yang engkau alami."
Iblis menyerupai sebagai orang tua itu mengakhiri kata-kata hasutannya seraya memperhatikan wajah Ayyub yang tetap tenang berseri-seri tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau sesal yang ingin ditimbulkan oleh iblis dengan kata-kata racunnya itu. Nabi Ayyub AS berkata :
"Ketahuilah bahwa apa yang aku miliki berupa harta benda, gedung-gedung , tanah, ladang dan hewan ternak serta lain - lainnya semuanya itu adalah titipan Allah yang dimintanya kembali oleh tuannya jika saatnya telah tiba. Maka segala syukur dan puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kurnia-Nya kepadakudan mencabutnya pula dari siapa yang Dia suka. Dia adalah yang maha kuasa mengangkat derajat seseorang atau menurunkannya menurut kehendak-Nya. Aku sebagai hamba-Nya yang lemah patut berserah diri kepada-Nya dan menerima segala takdir-Nya yang kadang kala kami belum dapat mengerti dan menangkap hikmah yang terkandung dalam takdir-Nya itu".
Selesai menjawab hasutan iblism seketika menyungkurlah Nabi Ayyub bersujud kepada Allah memohon ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cobaan dan ujian-Nya.
Iblis tercengang dan segera meninggalkan rumah Nabi Ayyub dengan perasaan kecewa bahwa racun hasutannya tidak termakan oleha hati Ayyub. Namun iblis tidak putus asa melaksanakan sumpah yang ia nyatakan di hadapan Allah dan malaikat-Nya bahwa ia akan berusaha menyesatkan anak cucu Nabi Adam di mana saja mereka berada. Ia merencakan melanjutkan usaha gangguan dan godaannya kepada Nabi Ayyub lewat penghancuran keluarga yang sedang hidup rukun, damai dan saling cinta satu sama lain.

H. Dave Ariant Yusuf W., Spd.i, CSPS (Dept Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.