KISAH NABI AYYUB (Part 1)



Nabi Ayyub adalah salah satu nabi utusan Allah yang terkenal begitu sabarnya menjalani segala cobaan berat, mulai cobaan hilang kekayaan, hilang anak - anak, penyakit, sampai kehilangan di tinggalkan istri tercintanya.



Nabi Ayyub AS merupakan putra kedua dari Ish bin Ishak bin Ibrahim AS adalah salah satu manusia pilihan dari sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam kitab-Nya dam memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum dan sifat sabar atas ujian secara khusus. Allah telah mengujinya dengan ujian yang tak pernah ditimpakan kepada siapapun, tetapi ia tetap sabar dalam menunaikan perintah Allah dan terus menerus bertaubat kepada-Nya.

Nabi Ayyub adalah seorang Nabi yang kaya raya. Beliau mempunyai ternak yang bermacam - macam, seperti sapi, kambing, kuda, keledai, unta, dan lain sebagainya. Beliau orang yang baik hait, suka mengeluarkan harta bendanya untuk membantu fakir miskin, yatim piatu, memuliakan tamu dan sebagainya. Kekayaan tersebut tidak melalaikan ibadahnya kepada Allah. Kekayaannya yang melimpah ruah itu tidak menyebabkan Nabi Ayyub menjadi sombong dan lupa kepada orang - orang miskin. Walaupun ia seorang yang kaya namun kehidupannya tidak berlebih - lebihan, bahkan semakin ia kaya semakin bertambah pula ketaatannya kepada Allah.
Suatu ketika salah seorang malaikat berkata kepada kawan - kawannya yang sedang berkumpul membicarakan tingkah laku manusia di muka bumi, "Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah yang lebih baik dari hamba Allah Ayyub. Ia adalah seorang mukmin sejati ahli ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan oleh Allah kepadanya, ia memberikan sebagian untuk menolong orang - orang yang membutuhkan. hari - harinya terisi penuh dengan ibadah, sujud kepada Allah dan bersyukur atas nikmat dan karunia yang diberikan kepadanya."
Para kawanan malaikat yang mendengar kata - kata pujian dan sanjungan untuk Nabi Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan mereka menambahkan lagi dengan menyebutkan beberapa sifat dan tabiat baik yang lain yang ada pada diri Nabi Ayyub.
Sementara itu iblis yang sedang berada tidak jauh dari tempat malaikat sedang berkumpul, mendengar percakapan para malaikat yang memuji - muji Nabi Ayyub. Iblis jengkel mendengar kata - kata pujian untuk seorang keturunan Nabi Adam yang telah ia bersumpah akan menyesatkan ketika ia dikeluarkan dari surga karenanya. Ia tidak rela melihat seorang dari anak cucu Nabi Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan amal sholeh dengan perintah dan petunjuk Allah.
Tanpa menunggu waktu lama, Iblis meminta ijin kepada Allah untuk menggoda Nabi Ayyub, "Ya Allah!, sesungguhnya Ayyub senantiasa patuh dan berbakti kepada-Mu, karena ia takut kehilangan kenikmatan yang kau berikan kepadanya. Semua ibadah bukan karena cinta dan ketaatannya kepada-Mu. Seandainya Ayyub terkena musibah dan kehilangan harta benda, istri serta anak - anaknya, belum tentu ia akan taat kepada-Mu. "
Allah menjawab perkataan iblis "Sesungguhnya Ayyub adalah hamba yang taat kepada-Ku. Ayyub adalah seorang mukmin sejati. Apa yang Ayyub lakukan semata - mata didorong keteguhan imannya. Ketaqwaannya tak tergoyahkan oleh perubahan duniawinya. Cintanya kepada-Ku tak akan berkurang walau ditimpa musibah apapun. Ayyub yakin, apa yang dimilikinya sewaktu - waktu dapat Aku cabut. Ayyub bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Kau tak rela melihat hamba-hamba-Ku berada di jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati dan keyakinan Ayyub pada takdir-Ku, kuizinkan kau menggoda dan memalingkannya dari-Ku. Kerahkan sekutumu untuk menggoda Ayyub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikanlah keluarganya yang damai sejahtera itu. Hingga kau tahu sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku itu."

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.